Blog Spektakuler

Menuju Kesehatan Spektakuler

Berikut Ini Ciri-ciri Menstruasi yang Wajib Dikenali

Dec 062017

undefined

Terjadinya menstruasi kepada wanita tentunya tidak dapat ditolak, hal itu terjadi karena merupakan proses alami yang tidak dapat dihindarkan. Namun, siklus menstruasi yang terjadi justru membuat para wanita merasa tidak nyaman. Oleh karena itu para wanita harus lebih mengenal terlebih dahulu mengenai ciri-ciri menstruasi di sini atau di Buletin Sehat agar dapat meringankan rasa nyeri ketika terjadinya menstruasi.

Menstruasi atau haid merupakan siklus yang selalu berulang setiap bulannya, dimana wanita akan mengeluarkan darah kotor dari vaginanya selama beberapa hari. Adapun siklus menstruasi ini akan berlangsung setiap 28 hari sekali, dan hal ini terjadi dapat lebih pendek atau lebih panjang dengan rentang waktu siklus menstruasi normal adalah sekitar 24 hingga 35 hari.

Pada umumnya para wanita yang telah mengalami haid atau menstruasi tidak akan asing lagi dengan ciri-ciri menstruasi yang akan terjadi, akan tetapi kondisi berbeda akan terjadi pada wanita yang baru saja menginjak masa pubertas dan baru pertama kali merasakan menstruasi sehingga belum dapat mengetahui tanda atau ciri-ciri menstruasi dengan jelas.

Ciri-ciri Menstruasi atau Haid

Terjadinya menstruasi biasanya melibatkan beberapa hormon yang terdapat pada aliran darah serta organ-organ reproduksi wanita. Saat menstruasi terjadi, pada umumnya tubuh akan memberikan tanda atau sinyal bahwa akan terjadinya menstruasi. Akan tetapi banyak dari wanita yang tidak menyadari tanda atau ciri-ciri yang telah diberikan oleh tubuh, apalagi wanita yang baru saja mengalami masa pubertas atau baru pertama kali mengalami haid, mereka akan menganggap bahwa hal ini merupakan akibat dari penyakit atau kelelahan semata.

Beberapa hal di bawah ini merupakan ciri-ciri menstruasi yang biasanya terjadi pada wanita:

Perubahan fisik

Biasanya perubahan fisik akan terjadi hingga 10 hari sebelum menstruasi datang. Adapun gejala perubahan fisik yang dialami seperti:
• Munculnya gangguan pencernaan, seperti diare, mual, sembelit atau kram perut
• Munculnya masalah kulit seperti timbulnya jerawat pada beberapa bagian wajah
• Timbulnya nyeri pada payudara
• Timbulnya rasa nyeri pada persendian
• Timbulnya rasa nyeri pada daerah punggung atau pinggang

Perubahan emosional

Perubahan emosional yang terjadi saat Anda mengalami menstruasi atau haid adalah berubahnya suasana hati seperti lebih mudah marah, mudah depresi, mudah cemas, merasa tegang, cenderung bersedih, dan mudah tersinggung. Pada umumnya wanita yang mengalami perubahan emosional akan membuat Anda sedikit terganggu atau mungkin dapat menjadikan Anda merasa lebih lelah dari biasanya.

Saat Anda merasakan perubahan emosional, sebaiknya Anda menggunakan cara berikut agar membantu Anda dalam meringankannya, antara lain yaitu dengan menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti obat anti inflamasi non-steroid atau parasetamol, melakukan olahraga ringan, memijat-mijat perut bagian bawah, atau dapat juga melakukan kompres pada bagian perut menggunakan bantal kompres atau botol air panas.

Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstual Syndrome atau PMS dapat meliputi semua gejala yang ada mulai dari fisik, psikologis serta emosional. Kondisi ini biasanya terjadi sebelum menstruasi datang. Akan tetapi, hal ini tidak akan mempengarusi seluruh wanita, hanya beberapa wanita saja yang mengalami kondisi seperti ini.

Adapun gejala PMS hampir sama dengan gejala menstruasi lainnya, padahal jika melihat ciri-cirinya dengan lebih jelas, PMS merupakan kondisi yang lebih berat dibandingkan dengan gejala-gejala lainnya.

Beberapa tanda atau gejala fisik PMS yang terjadi, antara lain yaitu:

• Sakit punggung
• Sakit kepala
• Insomnia
• Munculnya rasa nyeri pada otot dan persendian
• Mual
• Kelelahan
• Berat badan turun
• Pusing
• Munculnya rasa nyeri yang tidak nyaman pada bagian perut
• Terjadinya retensi cairan serta perasaan kembung pada bagian perut
• Nyeri pada payudara
• Terjadinya perubahan kulit dan rambut

Gejala psikologis yang terjadi antara lain yaitu:

• Mudah marah dan tersinggung
• Depresi
• Menangis
• Sulit berkonsentrasi

Gejala seperti munculnya perasaan kembung pada perut, terjadinya retensi cairan, mudah marah dan terjadinya perubahan mood akan segera membaik saat menstruasi dimulai dan secara otomatis akan hilang hingga menstruasi selesai

Waspadai Penyakit Kutil Kelamin Wanita

Aug 042017

undefined

Salah satu jenis penyakit menular seksual yang umum terjadi yaitu kutil kelamin. Tak hanya pada pria, kutil kelamin wanita sebenarnya lebih banyak terjadi. Penyebab kutil kelamin ini adalah virus bernama human papillomavirus, yang juga merupakan penyebab kanker. Pada wanita, infeksi virus ini juga bisa menjadi penyebab kanker serviks yang berbahaya.

Penyakit karena virus ini memang akan sangat rentan menyerang wanita sebagai penderitanya. Penyebaran virus ini bisa melalui kontak seksual, dan tidak bisa menyebar hanya melalui ciuman, berpelukan, ataupun berbagi pakai barang-barang sehari-hari.

Gejala penderita kutil kelamin wanita yang umum terjadi adalah munculnya kutil seperti daging tumbuh di vulva, dinding vagina, area antara kelamin dan anus, anus, dan juga di leher rahim. Kutil biasanya akan tumbuh seperti kembang kol atau jengger ayam, kecil, namun berkelompok.

Gejala Kutil Kelamin Wanita

Selain akan merasakan tumbuhnya kutil pada area genital, ada gejala lain yang akan dialami wanita yang menderita kutil kelamin yaitu sering buang air kecil, terasa gatal di area dubur, mengalami keputihan abnormal, terjadi pendarahan saat melakukan hubungan seksual, dan terasa gatal di vagina. Gejala-gejala ini memang terlihat umum, sehingga banyak penderita sulit membedakan infeksi kutil kelamin atau infeksi lainnya, apalagi jika kutil yang tumbuh tidak menonjol, atau tidak terlihat.

Komplikasi

Walaupun bukan jenis yang sama dengan jenis virus penyebab kanker serviks, namun wanita harus tetap waspada jika terinfeksi virus HPV ini. Wanita harus menjalani pap smear jika pernah atau sedang mengalami kutil kelamin. Pap smear diperlukan untuk mendeteksi apakah virus HPV penyebab kanker serviks juga menginfeksi Anda.

Selain kanker serviks, virus ini juga bisa menjadi penyebab jenis kanker lainnya, seperti kanker vulva, kanker anus, ataupun kanker mulut dan tenggorokan. Kanker ini memang tidak selalu terjadi, namun sebaiknya segera melakukan antisipasi agar tidak terjadi.

Pada wanita, komplikasi juga mungkin terjadi pada penderita yang sedang hamil. Kadang, kutil kelamin akan menginfeksi jalan lahir, sehingga saat bayi dilahirkan, virus juga bisa menular pada bayi. Selain itu, bila kutil tumbuh di area dinding vagina, maka akan membuat kemampuan jaringan vagina untuk meregang saat proses melahirkan akan menurun.

Pencegahan

Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksin HPV pada wanita. Umumnya vaksin ini akan diberikan sebelum wanita aktif secara seksual, yaitu saat usia 11 atau 12 tahun. Namun jika Anda sudah pernah melakukan hubungan seksual, vaksin ini tetap boleh diberikan sebelum melewati usia maksimal 26 tahun.

Namun vaksin ini akan lebih efektif diberikan saat Anda belum pernah melakukan hubungan seksual. Karena vaksin tidak akan bekerja ketika Anda sudah terinfeksi virus. Jadi vaksin juga tidak akan bisa mencegah terjadinya kutil kelamin atau kanker, bila diberikan setelah seseorang terinfeksi virus HPV.

Jika Anda mengalami gejala kutil kelamin wanita, sebaiknya segera periksakan diri Anda, sehingga Anda bisa mendapatkan diagnosa dengan tepat. Penanganan juga bisa segera diberikan, karena umumnya kemunculan kutil ini akan menimbulkan perasaan tidak nyaman. Penderita juga diharapkan tidak melakukan hubungan seksual terlebih dulu sampai kutil benar-benar hilang, dan Anda dinyatakan sembuh. Karena bila kutil tergesek dan mengalami pendarahan, maka infeksi akan menyebar ke area lain.

Tetap waspada pada kemungkinan komplikasi yang terjadi pada wanita ketika Anda mengalami kutil kelamin. Selain itu lakukan aktivitas seksual yang aman, agar Anda terhindar dari infeksi virus ini.

Inilah Beberapa Operasi Kanker Prostat yang Biasanya Dilakukan

Jul 242017

undefinedPenderita kanker prostat tentunya akan kebingungan saat memilih prosedur pengobatan operasi kanker prostat yang dideritanya. Hal itu dikarenakan setiap pengobatan selalu mempunyai resiko dan keuntungan masing-masing, dan tergantung dari beberapa faktor seperti:

  • Stadium kanker
  • Ukuran kanker
  • Usia dan harapan hidup pasien
  • Luas penyebaran kanker yang telah terjadi
  • Kondisi kesehatan pasien

Bagi penderita kanker prostat stadium awal, Anda dapat menunggu dan mengawasi perkembangan kanker yang Anda alami. Sebab terdapat beberapa kasus kanker prostat yang memang tidak memerlukan pengobatan, karena terdapat efek samping pengobatan yang signifikan dan perlu perhatian lebih dari efek sampingnya.

Jika Anda memilih untuk mengawasi kanker prostat yang Anda alami, maka selama dalam masa pengawasan, Anda diharuskan untuk menjalani tes PSA serta prosedur biopsi secara teratur. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi tambahan yang nantinya akan dikumpulkan untuk dapat menentukan pengobatan yang tepat.

Operasi Kanker Prostat

Berikut ini merupakan cara serta prosedur operasi kanker prostat yang dapat Anda lakukan, yaitu:

TURP (Trans-urethal resection)

Merupakan prosedur kanker prostat yang bertujuan untuk melakukan pemotongan bagian kelenjar prostat. TURP ini dilakukan dengan melakukan anastesi umum atau anastesi tulang belakang, yang bertujuan agar Anda tidak mengalami rasa sakit saat dilakukan pembedahan. Operasi ini dilakukan tujuannya adalah untuk meringankan atau menghilangkan gangguan buang air kecil akibat kanker prostat.

Cara melakukan bedah ini biasanya dokter bedah akan memasukkan kawat besi yang bagian ujungnya melingkar ke dalam uretra yang menuju prostat. Diperlukan arus listrik untuk memanaskan bagian yang melingkar yang bertujuan untuk memotong kanker prostat tersebut.

Radioterapi

Pengobatan menggunakan radioterapi biasanya dilakukan sebelum kanker menyebar keluar dari prostat. Selain itu, prosedur ini juga dapat digunakan setelah operasi yang bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa. Selain itu, prosedur ini dilakukan juga untuk meredakan gejala atau rasa sakit serta memperlambat perkembangan kanker yang telah berlangsung.

Perlu Anda ketahui, bahwa selama menjalani prosedur radioterapi ini Anda tidak memerlukan rawat inap. Akan tetapi prosedur ini mempunyai efek samping, antara lain yaitu:

  • Rontoknya rambut kemaluan
  • Mudah merasa lelah
  • Munculnya rasa tidak nyaman pada daerah sekitar rektum dan anus
  • Terjadinya peradangan pada kandung kemih
  • Munculnya ketidakmampuan untuk melakukan ereksi
  • Terjadinya inkontinensia urine
  • Terjadinya masalah saat buang air besar, seperti diare dan pendarahan

Kemoterapi

Kemoterapi merupakan suatu langkah penanganan, dimana penderita akan diresepkan sebuah obat anti kanker oleh dokter. Kemoterapi sangat tepat dilakukan apabila kondisi kanker telah menyebar ke berbagai organ yang berada di luar kelenjar prostat. Namun ternyata prosedur ini mempunyai beberapa efek samping, yaitu:

  • Sariawan
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan
  • Mudahnya memar atau mengalami pendarahan
  • Rambut rontok
  • Diare
  • Meningkatnya resiko terjadinya infeksi yang diakibatkan oleh berkurangnya jumlah sel darah putih.

Vaksinasi Kanker

Vaksin kanker biasanya diberikan oleh dokter bagi penderita kanker prostat. Vaksin ini bekerja dengan cara mendorong sistem kekebalan tubuh agar menyerang sel-sel pada kanker prostat.

Perlu diketahui bahwa vaksinasi bagi penderita kanker berbeda-beda, hal itu karena vaksin sengaja dibuat berdasarkan sel darah putih pasien. Vaksin yang dikonsumsi bukanlah untuk mencegah kanker berkembang, akan tetapi untuk dapat memperpanjang usia hidup penderita selama beberapa bulan.

Itulah beberapa informasi mengenai operasi kanker prostat. Jika Anda ingin mengetahui secara lebih lengkap mengenai operasi kanker prostat lainnya, Anda dapat berkonsultasi secara online dengan staff medis kami melalui tombol konsultasi di bawah ini

Hubungan Menstruasi Abnormal dengan Gejala Kanker Serviks

Jul 212017

undefined

Apakah menstruasi yang Anda alami tidak teratur sehingga Anda harus selalu membawa pembalut untuk selalu berjaga-jaga jika terjadi menstruasi sewaktu-waktu? Jika itu terjadi pada diri Anda berarti Anda mengalami menstruasi tidak teratur atau abnormal. Lalu adakah hubungannya antara menstruasi yang tidak teratur dengan gejala kanker serviks?

Perlu Anda ketahui, menstruasi adalah kejadian alami yang terjadi pada wanita. Normalnya terjadi menstruasi dengan siklus 21 hingga 35 hari dengan lama menstruasi sekitar 5 hingga 7 hari, dengan jumlah darah yang keluar tidak melebihi 80 ml. Jika terjadi kondisi sebaliknya, maka menstruasi yang Anda alami merupakan menstruasi yang tidak teratur atau abnormal.

Lalu apakah hubungannya antara menstruasi yang tidak teratur dengan gejala kanker serviks? Kanker serviks adalah penyakit berbahaya yang mengancam wanita dan merupakan penyakit kanker nomor dua yang diketahui paling banyak membunuh wanita. Penyakit kanker serviks menyerang wanita tanpa pernah diketahui gejala awal, dan baru dapat diketahui setelah memasuki tahap lanjut.

Sebelum Anda mengetahui apa hubungannya menstruasi tidak teratur dengan gejala kanker serviks, alangkah lebih baiknya Anda mengetahui penyebab menstruasi tidak teratur, antara lain yaitu:

Polycystic Ovaries (PCO)

Seorang wanita yang mengalami kista pada rahim tentunya akan menggaggu kesuburan seorang wanita. Adapun salah satu gejala yang akan dialami oleh wanita yaitu menstruasi yang jarang terjadi serta jumlah darah yang sedikit. Apabila menstruasi terjadi dalam waktu yang lama, maka penderita akan mengalami pendarahan. Untuk mengatasinya adalah dengan melakukan operasi atau dengan melakukan pengobatan dalam waktu yang lama

Kista

Terdapat berbagai macam kista, namun kista atau tumor jinak yang pada umumnya menyerang wanita adalah kista ovarium. Wanita yang terserang kista ovarium akan mengalami berbagai macam gangguan menstruasi. Salah satu jenis kista menyebabkan siklus menstruasi terlambat, hal ini terjadi akibat dari kista folikel. Jika Anda mengalami masalah menstruasi yang ditandai dengan rasa nyeri setiap datangnya menstruasi, maka hal itu bisa saja sebuah tanda bahwa kista semakin membesar. Untuk dapat memastikan apakah Anda terkena penyakit kista, alangkah lebih baiknya Anda memeriksakan kondisi Anda ke ahli medis.

Polip

Salah satu gejala polip adalah meningkatnya jumlah darah menstruasi meskipun siklus menstruasi terjadi secara teratur. Selain itu, bagi wanita yang telah menikah, pendarahan akan dialaminya saat melakukan hubungan seksual, hal ini dapat menjadi pemicu terjadinya polip. Oleh karena itu supaya selalu berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis untuk dapat mengetahui kondisi kesehatan yang Anda alami.

Kanker

Terjadinya kanker rahim diawali dengan terjadinya siklus menstruasi yang tidak teratur. Pada kanker stadium lanjut, menstruasi akan diawali dengan pendarahan yang cukup banyak. Walaupun begitu, terjadinya kanker serviks tidak hanya ditandai dengan menstruasi tidak teratur, akan tetapi harus dilakukan pengecekan dengan melakukan serangkaian test, salah satunya dengan melakukan tes pap smear.

Menstruasi dan Gejala Kanker Serviks

Wanita perlu mengetahui bahwa penyebab terjadinya gangguan menstruasi disebabkan oleh kelainan organik, yaitu keseimbangan hormon atau fungsi rahim yang penyebabnya tidak diketahui. Wanita yang menstruasinya tidak teratur tidaklah selamanya mengalami kanker rahim. Walaupun berbagai penelitian menunjukkan bahwa wanita yang telah berusia 50 tahun dengan riwayat menstruasi tidak teratur dapat menjadi pemicu terjadinya kanker pada wanita. Biasanya keluhan awal wanita yang telah memasuki usia menopause adalah terjadinya pendarahan.

Bagi wanita yang belum memasuki usia menopause dan mengalami pendarahan di luar masa menstruasi serta mengalami menstruasi berlebihan, maka hal itu harus segera diwaspadai. Adapun salah satu caranya yaitu dengan melakukan pemeriksaan pap smear untuk mencegah terjadinya kanker serviks. Hal ini disebabkan kanker serviks tidak dapat diketahui hanya dengan mengetahui bahwa wanita tersebut mengalami menstruasi tidak teratur.

Beginilah Cara Mengatasi Penyakit Tekanan Darah Tinggi

Jul 152017

undefinedHipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang paling menakutkan, terutama di negara berkembang. Hal ini dikarenakan penyakit hipertensi tidak seperti penyakit lainnya yang menimbulkan gejala atau tanda-tanda sebelum memasuki efek yang lebih parah.

Pasien yang mengalami penyakit darah tinggi seringkali mengalami banyak kerugian. Hal ini terjadi akibat penyakit ini tidak mempunyai gejala yang spesifik seperti penyakit lainnya. Inilah yang menyebabkan penyakit ini sangat ditakuti dan menjadi pembunuh manusia nomor sekian akibat kejadiannya yang tidak dapat diduga.

Bagi seseorang yang mempunyai penyakit darah tinggi sangat membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat. Hal ini karena jika tidak mendapat pertolongan dengan segera maka akan sangat membahayakan bagi kondisi pasien. Dari sekian banyak penyakit, penyakit darah tinggi menjadi penyakit yang paling ditakutkan karena dapat menimbulkan penyakit komplikasi yang berbahaya seperti penyakit jantung dan stroke.

Nah, pada artikel kali ini akan dijelaskan mengenai beberapa pengobatan alternatif yang dapat Anda lakukan pada penderita penyakit darah tinggi.

Pengobatan Alternatif

Pengobatan alternatif atau pengobatan komplementer seringkali disalah artikan oleh sebagian masyarakat sebagai praktik kesehatan yang berada di luar lingkup obat yang selalu diresepkan oleh dokter kepada pasiennya melalui pengobatan medis atau konvensional. Obat yang biasa diberikan oleh dokter dan diajarkan di sekolah-sekolah medis disebut juga dengan obat konvensional.

Sedangkan pengobatan alternatif pada artikel kali bukanlah suatu jenis pengobatan sampingan yang belum ada bukti kebenarannya. Akan tetapi pengobatan alternatif yang memang telah terbukti berhasil mengendalikan tekanan darah pada pasien pengidap penyakit darah tinggi. Namun, tetap Anda harus selalu tetap waspada dan berhati-hati dengan keamanan serta efektivitas dari pengobatan alternatif ini.

Cara pengobatan alternatif tentu akan membantu tubuh untuk dapat mencegah atau mengelola tekanan darah tinggi Anda. Akan tetapi, pengobatan alternatif kali ini akan dilakukan secara bersamaan dengan konsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter. Selain itu, merubah gaya hidup seperti berhenti merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol serta beberapa gaya hidup yang tidak sehat merupakan faktor lain yang justru akan membantu efektivitas dari perawatan penyakit darah tinggi yang terjadi pada pasien.

Cara Mengobati Penyakit Darah Tinggi Secara Alami

Untuk menjaga keamanan Anda, sangat disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai pengobatan alternatif yang akan Anda lakukan. Ini dikarenakan terdapat beberapa jenis obat atau suplemen yang akan berinteraksi dengan obat yang diresepkan oleh dokter. Adapun beberapa pengobatan alternatif alami untuk penderita penyakit darah tinggi, yaitu:

  • Mengkonsumsi herbal dan suplemen
  • Mengkonsumsi asam lemak omega-3
  • Mengkonsumsi bawang putih
  • Mengkonsumsi cokelat

Teknik Relaksasi

Selain menggunakan cara alami di atas, ternyata penyakit tekanan darah tinggi dapat dikendalikan melalui beberapa teknik relaksasi seperti berikut:

Meditasi

Untuk dapat mengendalikan penyakit darah tinggi di dalam tubuh, Anda dapat mengendalikannya dengan cara meditasi. Meditasi merupakan teknik relaksasi yang teknik latihannya bertumpu kepada titik fokus. Latihan meditasi dilakukan untuk membantu menenangkan pikiran Anda, merelaksasi tubuh Anda serta mengurangi stress yang Anda alami. Sebuah penelitian membuktikan bahwa meditasi ternyata sangat efektif dalam meredakan penyakit tekanan darah tinggi.

Yoga

Teknik ini merupakan salah satu teknik relaksasi kuno yang saat ini tengah menjadi salah satu teknik yang paling digemari. Teknik latihan ini menggabungkan antara postur fisik, teknik pernapasan dan titik fokus. Selain itu, teknik ini dapat Anda lakukan di rumah. Yoga banyak dipercaya oleh sebagian masyarakat dapat membantu menjaga kebugaran tubuh Anda serta menjaga fleksibilitas dan tingkat stress yang Anda alami. Penelitian menunjukkan bahwa stress sangat mempengaruhi terhadap penyakit tekanan darah tinggi, oleh karena itu dengan mengontrol serta mengendalikan stress berarti sama saja dengan mengendalikan penyakit tekanan darah tinggi yang Anda alami.

Inilah Jenis-jenis Penyakit Hernia pada Wanita

Jul 152017

undefined

Hernia dapat disebut juga dengan penyakit turun berok. Hernia terjadi karena terjadinya kelemahan atau kelainan pada otot sehingga organ yang terdapat di dalam tubuh kita tidak dapat tersangga pada tempat yang benar. Lalu apakah hernia pada wanita dapat terjadi?

Penyakit hernia sangat banyak sekali jenisnya, dan penyakit ini lebih sering terjadi kepada para pria. Akan tetapi ternyata terdapat beberapa jenis hernia yang justru lebih sering ditemui pada tubuh wanita. Apa saja jenis hernia pada wanita itu?

Sebelum Anda mengetahui jenis hernia yang biasanya menyerang para wanita, alangkah baiknya Anda mengetahui mengenai penyakit hernia atau turun berok. Hernia merupakan kondisi dimana organ bagian dalam tubuh berada di luar posisi sebenarnya. Hal itu akibat otot-otot yang melemah sehingga tidak mampu menahan bobot berat organ tersebut, sehingga organ tubuh akan keluar melalui celah-celah pada otot yang melemah dan terus menjalar ke bagian dalam kulit dan membentuk tonjolan apabila dilihat dari permukaan kulit luar.

Secara umum, terdapat empat jenis hernia yang biasanya menyerang wanita, yaitu hernia hiatus, hernia fermoralis, hernia inguinalis tidak langsung, dan hernia umbilikus.

Hernia hiatus

Hernia hiatus merupakan hernia yang terjadi saat ada tonjolan di daerah rongga dada. Tonjolan muncul akibat adanya bagian dari perut yang naik ke atas melalui diafragma, yaitu sebuah kubah otot yang memisahkan antara rongga dada dari perut. Kondisi ini terjadi lebih sering kepada wanita daripada pria. Jika Anda mengalami obesitas dan telah berumur di atas 50 tahun, maka resiko untuk terkena penyakit ini akan semakin lebih tinggi lagi.

Hernia hiatus tidak akan memberikan tanda-tanda pada tubuh Anda, terutama saat ukurannya masih kecil, dan kehadirannya akan terasa saat telah membesar. Adapun hal-hal yang akan Anda rasakan antara lain yaitu munculnya rasa nyeri pada bagian dada atau perut, seringnya bersendawa, naiknya asam lambung dan sulitnya menelan.

Hernia fermoralis

Kondisi ini terjadi saat usus mencuat ke bagian paha atas atau daerah selangkangan dengan adanya tonjolan pada bagian tersebut. Wanita akan beresiko tiga kali lebih tinggi untuk terserang hernia jenis ini jika dibandingkan pada pria. Ketika Anda mengalami obesitas atau mengalami kehamilan, maka akan semakin meningkatkan terjadinya hernia ini. Pada orang yang masih awam, hernia ini kerap disangka sebagai hernia inguinalis, hal ini akibat tempat munculnya tonjolan sama seperti hernia inguinalis.

Saat masih kecil hernia jenis ini sangat sulit terlihat, dan penderitanya pun tidak merasakan sakit pada area selangkangan atau area paha. Akan tetapi tonjolan dan rasa sakit akan terasa saat ukuran hernia telah membesar. Dan biasanya rasa sakit akan muncul saat Anda berdiri atau mengangkat bendar yang berat.

Hernia inguinalis tidak langsung

Hernia ini adalah salah satu jenis hernia inguinalis yaitu hernia yang lebih banyak menyerang kaum pria. Akan tetapi hernia inguinalis tidak langsung justru lebih banyak menyerang para wanita. Apabila Anda mempunyai hernia jenis ini, maka pada bagian selangkangan Anda akan muncul tonjolan. Ini terjadi akibat tidak normalnya cincin inguinal internal, wanita yang sedang hamil akan mempunyai resiko yang lebih tinggi.

Tonjolan pada selangkangan dapat menyebabkan rasa sakit, terutama saat Anda batuk, membungkuk, dan mengangkat benda yang berat.

Jika Anda mengangkat benda-benda yang berat tanpa bisa menstabilkan otot-otot perut, mengalami batuk yang tidak kunjung mengalami sembuh, suka merokok, kurang gizi, dan mengalami konstipasi tentunya akan mengalami resiko yang lebih tinggi lagi.

Hernia umbilikus

Hernia ini terjadi saat ada usus, lemak atau cairan mencuat ke dinding rongga perut yang lebih dekat ke pusar. Kondisi ini menyebabkan terjadinya tonjolan pada sekitar daerah pusar Anda. Hernia ini lebih sering menyerang para wanita, terutama jika mempunyai obesitas atau yang mempunyai anak banyak.